- Berikut Sektor Yang Diuntungkan Akibat Pelemahan Rupiah
- Infografis Pencopotan Jabatan Kepala BGN Dadan Hindayana
- Presiden Prabowo Subianto Sebut SDA Harus Dirasakan Langsung Oleh Rakyat
- Menteri Agama Akui Pembagian Daging Kurban Dapat Berkontribusi Dalam Mencegah Stunting
- Kementan Salurkan Bantuan 39.861 Bibit Kelapa Untuk Para Petani di Sulawesi Utara
Berikut Sektor Yang Diuntungkan Akibat Pelemahan Rupiah
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini masyarakat sedang dihebohkan dengan isu pelemahan nilai tukar mata uang Indonesia (Rupiah) terhadap mata uang Amerika Serikat (Dolar).
Sebagai informasi bahwa hari ini kurs nilai tukar Rupiah terhadap Dolar telah mencapai angka yang signifikan yakni Rp 18.144 per 1 Dolar Amerika Serikat.
Bahkan beberapa hari yang lalu, kurs atau nilai tukar Rupiah terhadap Dolar sempat berada di titik tertinggi yakni Rp 18.169 per 1 Dolar Amerika Serikat.
Angka kurs tersebut menunjukan bahwa saat ini nilai tukar mata uang Rupiah Indonesia telah mengalami pelemahan yang cukup serius serta signifikan, dan hal tersebut akan berdampak terhadap beberapa sektor yang pada akhirnya akan berdampak buruk juga terhadap ekonomi Indonesia.
Sejumlah pengamat ekonomi nasional mengklaim bahwa melemahnya kurs mata uang Indonesia akan berdampak signifikan terhadap roda perekonomian nasional, khususnya terhadap sektor yang bergerak dalam bidang impor industri manufaktur.
Lemahnya kurs mata uang Rupiah tersebut juga sangat membebani biaya operasional perusahaan dalam biaya impor.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya kebutuhan konversi rupiah ke dolar yang semakin besar, sehingga meskipun volume impor tetap, harga dalam rupiah menjadi lebih mahal.
Banyak masyarakat yang khawatir dengan kondisi perekonomian di negara Indonesia, karena semakin hari nilai tukar Rupiah semakin melemah dan kondisi ini diprediksi akan terjadi selama beberapa pekan kedepan hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Meskipun nilai Rupiah terus mengalami pelemahan dan banyak sektor yang terdampak, tetapi baru-baru ini, sejumlah ekonom mengklaim bahwa terdapat beberapa sektor yang justru diuntungkan dari adanya pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS tersebut.
Beberapa sektor yang diuntungkan tersebut meliputi, sektor komoditas dan sektor pariwisata.
Komoditas yang dimaksud ialah komoditas ekspor, dimana produk dalam negeri dapat dijual dengan harga yang mumpuni dan alhasil negara dapat memperoleh keuntungan dari selisih kurs.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, menilai pelemahan rupiah menciptakan efek polarisasi yang tajam di sektor riil. Ketika industri manufaktur, farmasi, dan otomotif menghadapi lonjakan biaya produksi, sektor yang berorientasi ekspor justru memperoleh keuntungan dari selisih kurs.
Sutopo Widodo menjelaskan, sektor komoditas seperti kelapa sawit dan pertambangan, serta industri manufaktur berorientasi ekspor, karena struktur biaya operasional mereka berbasis mata uang lokal, sementara pendapatan yang diterima berupa dolar AS yang nilainya terus menguat.
Menurut Sutopo Widodo, sektor yang paling diuntungkan dari adanya pelemahan nilai tukar Rupiah ialah sektor industri kelapa sawit, karena sebagian besar kelapa sawit atau minyak sawit mentah (CPO) yang di ekspor menggunakan denominasi dolar AS.
Logikanya adalah setiap produk dalam negeri yang di ekspor ke luar, maka setiap pendapatan tersebut akan dikonversikan ke mata uang domestik, dimana nilainya lebih tinggi jika Rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Keuntungan yang sama juga akan dirasakan oleh mereka para industri pertambangan, seperti batu bara, nikel, tembaga, dan emas yang bermain penjualan ekspor ke pasar internasional atau pasar global.
Terlebih lagi, para industri pertambangan dan kelapa sawit biaya operasionalnya masih menggunakan mata uang Rupiah atau mata uang domestik, dimana biaya operasional tersebut tidak dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar AS, sehingga keuntungan yang didapatkan akan lebih besar lagi dalam bidang ekspor.
Pariwisata
Sektor yang diuntungkan lagi ialah sektor pariwisata, dimana banyak sekali Warga Negara Asing (WNA) yang berdatangan ke negara Indonesia karena mereka melihat biaya akomodasi dan konsumsi relatif lebih rendah karena adanya pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar AS.
Logikanya ialah para wisatawan asing akan menukarkan mata uang dolar AS mereka terhadap mata uang Rupiah, dengan nominal yang sama tetapi mereka dapat memperoleh mata uang Rupiah yang banyak sehingga biaya akomodasi, transportasi, kuliner, dan aktivitas liburan lainnya menjadi lebih murah dan sangat terjangkau.
Hal ini dapat menjadi momen yang bagus untuk negara Indonesia dalam meningkatkan roda perekonomian melalui sektor pertambangan dan pariwisata.
Oleh karena itu, saat ini kita tidak boleh memandang sebelah mata dari adanya fenomena pelemahan Rupiah terhadap dolar AS, tetapi saat ini kita harus dapat bangkit dan melihat peluang yang ada serta yang bisa dimanfaatkan sehingga berdampak positif terhadap roda perekonomian negara.